Kuliner Belut Warung Tempuran Khas Bojonegoro

1 comment 4651 views

Bojonegoro salah satu kabupaten yang ada di jawa timur tekenal dengan khas kayu jati bojoneogoro, bagi yang terbiasa kenal dengan kayu pasti kenal dengan kayu bojonegoro. namun seiring perjalanannya waktu bojonegoro terkenal dengan minyaknya, perusahaan ternama di indonesia atau luar negeri sudah banyak mendirikan kantor cabang di bojonegoro untuk menyedot semua minyak yang ada di bumi angkling darmo alias bojonegoro ini.

Dengan banyaknya kantor yang berdiri di kota bojonegoro ini secara otomatis perputaran ekonomi di kota bojonegoro akan semakin tinggi tidak luput juga tentang makanan dan kulinernya. sudah banyak pula berbagai kuliner makanan yang ada disana salah satunya Warung Tempuran Kuliner Ndeso Khas Jonegoro.  warung tempur yang terletak di dukuh Tempuran desa Sumodikaran kecamatan Dander kabupaten Bojonegoro, menyajikan makanan khas orang ndeso, bener-bener makanan orang ndeso banget, mulai jenis makanan, tempat dan minumannya khas banget jonegoronya.

Letaknya memang ada di kampung di dukuh tempuran seperti nama warungnya terletak selatan kota bojonegoro ke arah taman wisata dander tidak jauh dari kota bojonegoro. kalau di map google letaknya disini -7.203684,111.848992 suasana desa sangat terasa jika ada disana, terletak sebelah pohon bambu di pinggir sawah dan deket dengan masyarakat.

maps warung tempuran kuliner khas jonegoro

maps warung tempuran kuliner khas jonegoro

Jika sudah nyampek  di lokasi ada beberapa menu yang bertemakan tempur seolah-olah memang kamu di ajak tempur dengan makanan yang tersedia disana. kenapa tempur ?. karena memang makanan disana di sajikan secara hot alias pedas, kalau kamu suka pedes kamu bener-bener di ajak tempur untuk menghabiskannya,

warung tempuran kuliner khas jonegoro

warung tempuran kuliner khas jonegoro

warung tempuran kuliner khas bojonegoro matoh

warung tempuran kuliner khas bojonegoro

Alahem....gimana siap bertempur dengan belut gimbalnya ?

rasanya memang makyus, empuk, gurih cocok kalau di colekin ke sambelnya...apalagi nasinya terasa banget  wangi godong jatinya menambahkan selera makan menjadi khas dan beda banget dengan yang lain kalau kata pak bondan makyus *sambil nunjukin tangan. dengan di bungkus pakai godong jati seolah-olah kita di bawakan ke tengah hutan belantara di bawah pohon jati yang besar sambil makan nasi dengan belut gimbal khas warung tempur 😀 selera kita akan menjadi bergairah.

Terus terang saja kemaren ahmad faza tidak kuat bertempur dengan belut gimbalnya yang gede-gede dan super pedes, akhirnya di bungkus dan di bawa ke perantauan jakarta namun belum sampai ke jakarta perut sudah keroncongan akhirnya turun kereta, lalu beli air putih dan menghabiskan belut tempurnya si stasiun tawang semarang, kebetulan juga keretanya lagi di perbaiki jadi bisa menikmati dengan santai. ternyata dengan di bungkus pakai godong jati nasi putih menjadi tahan lama, kalau gak salah waktu makan jam 10 siang dan di lanjutkan 10 malam di stasiun tawang masih wangi jati dan tidak bau.

warung tempuran kuliner khas bojonegoro godong jati

warung tempuran kuliner khas bojonegoro godong jati

Soal harga murah meriah cukup sisakan uang 15 ribu sudah puas menikmati belut gimbal hot plus nasi putih spesial bungkus godong jati. untuk masalah parkir tidak usah kwatir belum ada preman disana *ups tidak ada jasa parkir, bebas dan luas namun untuk waktunya terbatas sampai jam 4 sore dan buka mulai jam 8 pagi. kalau tidak sempat datang ke lokasi bisa COD kok, COD ini sementara berlaku untuk daerah bojonegoro kota saja. untuk bisa order bisa hub via 08165473861 / 085648907287 atau pin bb 7533DB55 sedangkan untuk mengetahui update info tentang warung kuliner ndeso khas bojonegoro ini follow akun twitter resminya juga di @wtempuran

bagaimana ?

siap bertempur dengan belut gimbal hot super duper pedes di warung kuliner ndeso khas bojonegoro  ?

author
Linuxer | Blogger | Pencinta Kuliner | Suka Jalan2 | Pecandu sosial media

Leave a reply "Kuliner Belut Warung Tempuran Khas Bojonegoro"

______Anti Spam____ * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.