IP Address dan Subneting

No comment 1514 views

Alamat IP (IP Address)

Pengalamatan IP dapat di lihat di RFC 1166 – Internet Number. Untuk mengidentifikasi suatu host pada internet, maka tiap host diberi IP address, atau internet address. Apabila host tersebut tersambung dengan lebih dari 1 jaringan maka disebut multi-homed dimana memiliki 1 IP address untuk masing-masing interface. IP Address terdiri dari :

IP Address = <nomer network><nomer host>

Nomer network diatur oleh suatu badan yaitu Regional Internet Registries (RIR), yaitu :

  • American Registry for Internet Number (ARIN), bertanggung jawab untuk daerah Amerika Utara, Amerika Selatan, Karibia, dan bagian sahara dari Afrika
  • Reseaux IP Europeens (RIPE), bertanggung jawab untuk daerah Eropa, Timur Tengah dan bagian Afrika
  • Asia Pasific Network Information Center (APNIC), bertanggung jawab untuk daerah Asia Pasific

Di negara indonesia di atur oleh Asia Pasific Network Information Center (APNIC).IP address merupakan 32 bit bilangan biner dimana bisa dituliskan dengan bilangan desimal dengan dibagi menjadi 4 kolom dan dipisahkan dengan titik.

Bilangan biner dari IP address 128.2.7.9 adalah :

10000000 00000010 00000111 00001001

Penggunaan IP address adalah unik, artinya tidak diperbolehkan menggunakan IP address yang sama dalam satu jaringan.

pembagian kelas dalam suatu jaringan di antaranya sebagai berikut:

  • Kelas A : Menggunakan 7 bit alamat network dan 24 bit untuk alamat host. Dengan ini memungkinkan adanya 27-2 (126) jaringan dengan 224-2 (16777214) host, atau lebih dari 2 juta alamat.
  • Kelas B : Menggunakan 14 bit alamat network dan 16 bit untuk alamat host. Dengan ini memungkinkan adanya 214-2 (16382) jaringan dengan 216-2 (65534) host, atau sekitar 1 juga alamat.
  • Kelas C : Menggunakan 21 bit alamat network dan 8 bit untuk alamat host. Dengan ini memungkin adanya 221-2 (2097150) jaringan dengan 28-2 (254) host, atau sekitar setengah juta alamat.

 

Kelas A digunakan untuk jaringan yang memiliki jumlah host yang sangat banyak. Sedangkan kelas C digunakan untuk jaringan kecil dengan jumlah host tidak sampai 254. sedangkan untuk jaringan dengan jumlah host lebih dari 254 harus menggunakan kelas B.

Sumber : Buku_Jaringan_Komputer-Dhoto

 

Subneting

Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.1 tapi ada juga yang ditulis dengan 192.168.1.1/24, Artinya adalah IP address 192.168.1.1 dengan subnet mask 255.255.255.0 asalnya dari 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0) diangka biner tersebut terdapat angka 1 sebanyak 24.Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.

Contohnya

Hitung subneting dari net id 10.5.1.0/26 ?

jawaban:

untuk mempermudah CIDRnya di benerkan dari 26 menjadi 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192) dari netid 10.5.1.0 sudah di ketahui bahwa IP tersebut termasuk kelas C untuk perhitungannya sebagai berikut

Jumlah Subnet = 2x, = 22 = 4 subnet

keterangan :

x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask karena pada kelas C yang di hitung pada oktet ke 4 atau oktet terakhir sedangkan untuk kelas B oktet yang di hitung muali oktet ke 3 dan kelas A mulai dari oktet ke 2 setelah selesai oktet yang di mainkan selanjutnya berjalan dari 0, 1, 2, 3, dst.

Jumlah Host per Subnet = 2y - 2, = 26 - 2 = 62 host

keterangan :

y adalah banyaknya 0 dari oktet yang di mainkan misalnya kelas C oktet terakhir yang di hitung

Blok Subnet= 256 - 192 = 64. Subnetnya adalah 0, 64, 128, 192.

keterangan :

192 di ambil dari oktet terakhir subnet mask yaitu 11000000 nilainya adalah 128 64 0 0 0 0 0 0, sedangakan selanjutnya di tambahkan 64 contoh 64+64 = 128 dan selajutnya

Alamat host dan broadcast yang valid

Subnet 10.5.1.0 10.5.1.64 10.5.1.128 10.5.1.192
Host Pertama 10.5.1.1 10.5.1.65 10.5.1.129 10.5.1.193
Host Terakhir 10.5.1.62 10.5.1.126 10.5.1.190 10.5.1.254
Broadcast 10.5.1.63 10.5.1.127 10.5.1.191 10.5.1.255

Keterangan :

host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya, dan host terakhir adalah angka sebelum broadcast.

Contoh di atas cara subnet kelas C untuk kelas selajutnya bisa di coba sendiri, sebagai ciri-ciri membaca CIDR dari kelasnya yaitu :

kelas A dari /8 sampai /30

kelas B dari /17 sampai /30

kelas C dari /25 sampai /30

Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir)

sumber : dari romisatriono wahono

author
Linuxer | Blogger | Pencinta Kuliner | Suka Jalan2 | Pecandu sosial media

Leave a reply "IP Address dan Subneting"

______Anti Spam____ * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.