Ini Jakarta Bro, Tidak Ada Yang Gratis

14 comments 4186 views

Jakarta tidak cocok untuk di jadikan target backpacker

Yeah bener banget kata itu cocok jika kita baru saja nyampek jakarta,eh bukan kita ding gue aja kali yah, soalnya itu bener-bener gue rasakan semenjak gue datang di jakarta (teracuni kata gue nih), kalah gak salah pernah gue posting di postingan sebelumny,a kalau jakarta itu panas itu juga salah satu alasan jakarta tidak cocok untuk di jadikan backpaker. Jakarta ibu kota yang tidak pernah tidur siang jadi malam dan malam jadi siang, jika jalan-jalan di area jakarta jam 1-3 an malam masih tetap rame.

Macet dan penuhnya warga jakarta itu saling berkaitan jika tidak penuh dengan warga maka tidak akan macet, jakarta mempunyai penduduk kurang lebih 5,28 juta orang versi jakarta.bps.go.id pada bulan februari 2012, sedangkan para pendatang setiap tahun bulan bahkan hari semakin bertambah dan terus bertambah, lah ladang bisnis dan ladang-ladang lainnya pasti banyak yang memanfaatkan dan berakhir dengan kata "UANG" entah kenapa jakarta itu identik dengan kata itu "uang", sedikit-sedikit harus bayar dan bayar kok sedikit-sedikit jadinya abis dong uangnya 😛 yah jika mau backpaker di jakarta harus ngeluarin uang yang tidak sedikit :D.

jakarta macet

Jadi menurut gue video yang di nyayikan CameoProject ini bener banget, dia menceritakan kondisi jakarta yang sebenarnya... yah itulah jakarta, dulu gue liat video ini posisi ada di surabaya jadi gue belum bisa ngomong kalau itu bener-bener nyata eiit ternyata bener-bener itulah yang terjadi macet, antri :D.

Bel berbunyi / My alarms ring
Pagi-pagi / in the morning
Masi ngantuk, kututup mataku lagi / I'm still sleepy, gotta close my eyes for a blink
Kuteringat / I recall that
Harus Cepat / I must be fast
Janji buat KTP di Lurah terdekat / Go to lurah nearby to renew my ID card

Dari ranjang ku langsung melompat / Right from the bed I jump immediately
Kusiap secepat Kilat / Getting ready A-S-A-P

Namun terhentak ketika kumelihat / Falling astonished in the minute I find out
Ratusan orang dijalanan yang padat / Hundreds of people taking on the jammed road
Motor mobil gerobak pun saling sikat / Cars, motorbikes, wagon, all fight for their path out

Gimana / In what way
Ah ah / Ay.. Ay..
Caranya gua lewat? / can I go across the way?

Kok slalu macet kayak gini / How come it's always this trafficky?
Udah lama kok gak bisa diatasi / It's been so long, can't the solvers be in hurry?
Katanya pada mau buat MRT / They said they were going to build an MRT **
Tau gini / If I knew this
Ih ih / I is
Gua pindah ke bali / I would have moved to Bali
ih ih / ih ih
Eh malah macet di s'manggi / Instead I'm stuck in Semanggi
(notorious for its traffic jam)

Ti-tiga jam / Three, THREE hours!
Ku di jalan / Trip of ours
Tiba di kantor lurahnya kebablasan / Arrives in lurah's office, after getting lost
Keringatan / Sweating like horse
Capek Pisan / Tired, oh gosh
Tambah kaget kulihat panjangnya antrian / Hugely surprised when I see how darn long the queue was
Jakartaku kok bisa begini? / My Jakarta, how come you are like this?
Antri nggak berhenti-henti / Lining up without sign to cease

Ku duduk bersama tiga puluh orang / I sit in waiting line with thirty applicants
Kipas-kipas kita semua kepanasan / Fanning ourselves, we all were hot and unpleasant
Keringatanpun mulai bercucuran / Sweat starts trickling all over from our sweat gland
Dimana / At what place
Ah ah / Ah ah
Petugas kelurahan? / are lurah* officers here?

Akhirnya muncul satu orang / At last come out one man shows his face
Wajahnya garang dengan kumis yang panjang / Ferocious grimace with long, space-wasting mustache
Katanya buat kelar butuh tiga bulan / He tells it will need three months to finish the process
Asalkan / "Unless ya...
Ah An / Ah ah
Kalau Kasih Setoran / ...hand a sum to grease my palms."
Ah An / Ah ah
Duit gua pas-pasan / I got insufficient fund ._.

Du du du du duit dari mana? / "Where Where Where will I get cash from?
Ketinggalan dirumah / It's left behind in my room."
Katanya ku datang besok saja / He tells me to try come back tomorrow
Mulutkupun ternganga / He gets my mouth wide open

Jakartaku kok bisa kejam begini / My Jakarta, how come you are so cruel like this?
Macet kumuh brantakan ga kenal hari / Street jammed, soiled, disordered, going day by day
Kiri kanan setoran ga berhenti-henti / In every place, payoff does not seem to cease
Kubutuh / I do need
Uh uh / eh ed
Kubutuh mas Jokowi / I do need Mas*** Jokowi

Ku mau macet jakarta teratasi / I do want Jakarta's street jams to be solved
Ku mau kumuh jakarta diberesi / I do want Jakarta's slum places to be handled
Jangan lagi setoran kanan dan kiri / No longer bribery taking place here and there
Ku mau / I do want
Uh uh / ah ant
Jokowi dan Basuki / Jokowi dan Basuki

Ku mau banjir diberesin / I do want flooding to be handled
Anggaran pembangunan gak dicomotin / Development fund is not going to be slipped
Rakyat miskin juga bisa diayomin / Impoverished townsmen also to be assisted
Ku mau / I do want
Uh uh / Ah ant
Ku mau mas Jokowi / I do want mas Jokowi
Ih ih / Ih ih
Juga mas Basuki / Also mas Basuki
Ih ih / Ih ih
Jokowi dan Basuki / Jokowi and Basuki

* "Lurah" is a district headman
** MRT refers to Jakarta's monorail train; an unfinished project—suspected due to great corruption in its development fund—for Jakarta's mass transportation. Its pylons now litter the streets of Jakarta. Semanggi is one of the most crowded points in Jakarta, known for its shopping centres. They imply that they are caught on Semanggi's traffic jam.
*** Mas is the Javanese word for big bro. Instead of 'Mister', Jokowi uses a more friendly term to address himself in campaign.

Bukan promosi sih cuma menceritakan versi gue, ini loh jakarta yang tidak bisa di jadikan backpacker 😀 dimana-mana harus ngeluarin uang untuk menebusnya dan mau kencing aja juga harus keluarin uang jika ada di monas sih dan jika mau naik ojek tarifnya sama dengan naik taxi jika di daerah-daerah hampir menghilang profesi ojek tetapi ojek di jakarta malah menjadi angkutan yang paling sakti jika kena macet dan sakti di jalan tikus 😀

author
Linuxer | Blogger | Pencinta Kuliner | Suka Jalan2 | Pecandu sosial media
  1. author

    Goiq4 years ago

    Jakarta selain panas juga kejam… semua mahal disini. Kalo gak pinter atur duit, gaji sebulan bisa habis dalam seminggu

    Reply
  2. author

    cumilebay.com4 years ago

    ini jakarta, kencing aja bayar hahaha

    Reply
  3. author

    lindaleenk4 years ago

    Setelah samai Jakarta tetap jangan berubah jd manusia barbar yg terus2an mengumpati si macet ya.
    Kasian 😐

    Reply
    • author
      Author

      Ahmad Faza4 years ago

      hahahaha…
      aamiin semoga tetep menjadi ahmad faza,
      gak juga hue juga ada jurus anti macet yaitu gowes 😀
      sehat dan anti macet 😛
      salam kenal linda 😀

      Reply
  4. author

    bocah petualang4 years ago

    Lo orang mana sih coy??

    Reply
  5. author

    Nenden SAN | @nden4 years ago

    Ah masak sampe segitu kejamnya Jakarta?
    Saya juga baru jadi urban selama dua bulan, dan ngerasa fine-fine aja.
    Mungkin ya tergantung pembawaannya aja kali ya. masih ada kok tempat2 free di Jakarta. 🙂

    Reply
    • author
      Author

      Ahmad Faza4 years ago

      mungkin juga yah 😀
      tapi tidak seenak dan senikmat di solo 😀

      salam kenal mbak nenden san
      senang berjumpa dengamu 😀

      Reply
  6. author

    Ria Lyzara3 years ago

    Jakarta..hemm

    tapi kalo ada mas Faza, ria bisa gratis donk disana 😀

    Reply
    • author
      Author

      Ahmad Faza3 years ago

      hahahaha
      bisa aja kok geratis air putih *eh

      Reply
  7. author

    Robby Mahdi3 years ago

    Masih ada yg gratissss koookkk….
    menghayal = gratiss :p
    menghayal jadi orang kayaaaa
    hehehehe…..

    Reply
    • author
      Author

      Ahmad Faza3 years ago

      aamiin 😀

      semoga menjadi orang kaya bro

      salam

      Reply

Leave a reply "Ini Jakarta Bro, Tidak Ada Yang Gratis"

______Anti Spam____ * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.