Baru Tahu Cerpen Nelayan Meksiko

3 comments 4111 views

Malam ini sedikit gagal paham alias bimbang sedikit cerita-cerita sama mas sigit maharsusanto tetapi malah disuruh membaca cerpen nelayan meksiko, judul bukunya sih si cacing dan kotoran kesayangannya tetapi di dalamnya ada banyak cerita pendek tentang kisah-kisah klasik tempo dulu, buku ini di tulis oleh ajahn brahm. Berikut saya kutip cerpen tentang seorang nelayan meksiko.

nelayan inspiratif

Di sebuah desa nelayan Meksiko yang tenang, seorang Amerika yang sedang berlibur melihat seorang nelayan setempat baru saja pulang dari melaut pada pagi hari. Si amerika, seorang professor sukses pada sebuah perguruan tinggi bergengsi di Amerika Serikat, tidak tahan untuk tidak memberikan sedikit wejangan gratis kepada si nelayan Meksiko.

“Hai!” sapa si Amerika. “Mengapa pagi-pagi sudah pulang dari melaut?”

“Karena saya sudah mendapat cukup ikan, Senor,” jawab si Meksiko yang ramah itu, “cukup memberi makan keluarga saya dan sedikit kelebihannya untuk dijual. Sekarang saya akan makan siang bersama istri saya dan setelah tidur siang sejenak, saya akan bermain bersama anak-anak saya. Lalu, setelah makan malam, saya akan pergi ke kedai, meneguk sedikit tequilla dan bermain gitar bersama teman-teman saya. Itu cukup untuk saya, Senor.”

“Dengarkan saya,kawan,” kata si professor bisnis. “Jika kamu tetap melaut sampai larut sore, dengan mudah kamu akan mendapatkan tangkapan dua kali lipat. Kamu akan dapat menjual kelebihannya, menabung uangnya, dan dalam waktu enam bulan, atau sembilan bulan, kamu akan mampu membeli perahu baru yang lebih baru dan lebih besar dan menggaji beberapa awak. Kemudian kamu akan mampu menangkap ikan empat kali lebih banyak. Pikirkanlah berapa banyak tambahan uang yang kamu dapatkan! Dalam satu atau dua tahun, kamu akan punya modal untuk membeli perahu kedua dan menggaji awak-awak lain. Jika kamu mengikuti perencanaan bisnis ini, dalam waktu enam atau tujuh tahun kamu akan bangga menjadi pemilik sebuah armada penangkap ikan yang besar. Coba bayangkan itu! Lalu kamu sebaiknya memindahkan kantor pusatmu ke Mexico City atau bahkan ke L.A. setelah tiga atau empat tahun di L.A, kamu meluncurkan perusahaanmu di bursa saham dan membuatmu sebagai CEO, dengan paket penghasilan dan pembagian saham yang istimewa. Dalam beberapa tahun, dengarkan ini, kamu memulai skema pembelian kembali saham-saham, yang akan menjadikanmu seorang multijutawan! Dijamin! Saya ini professor ternama pada sebuah sekolah bisnis di AS. Saya tahu soal-soal beginian!”

Si nelayan Meksiko itu mendengarkan dengan khusuk apa yang dikatakan professor amerika itu. Ketika professor selesai berbicara, si Meksiko bertanya, “Tetapi, Senor Profesor, apa yang bisa saya lakukan dengan berjuta-juta dolar itu?”

Yang mengejutkan, si professor Amerika itu belum memikirkan rencana bisnisnya sejauh itu. Jadi dengan segera dia mereka-reka apa yang bisa dilakukan seseorang dengan jutaan dolarnya.

“Amigo! Dengan semua duit itu, kamu bisa pensiun. Yeah! Pensiun seumur hidup. Kamu bisa membeli sebuah villa kecil di sebuah desa nelayan yang indah seperti ini, dan membeli sebuah perahu kecil untuk pergi memancing pada pagi hari. Setiap hari kamu bisa makan siang bersama istrimu, dan tidur siang sejenak setelahnya tanpa perlu mengkhawatirkan apapun. Pada sore hari kamu bisa melewatkan saat-saat berkualitas bersama anak-anakmu dan setelah makan malam, beramin gitar bersama teman-temanmu, meneguk tequila. Yeah, dengan semua uang itu kawan, kamu bisa pensiun dan hidup senang!”

“Tetapi Senor Profesor, kan sekarang ini saya sudah bisa begitu?”

Mengapa kita percaya bahwa kita harus bekerja begitu keras dan menjadi kaya raya terlebih dahulu, barulah kita bisa mearasa berkecukupan ?

semoga mengispirasi juga buat yang membaca, hidup itu pilihan, semua keputusanmu pasti benar menurutmu karena semua orang mempunyai masalah sendiri-sendiri dan jalan keluarnya juga diri sendirilah yang mempunyai solusi bukan orang lain. yang pasti jangan sampai menyalahkan orang lain atau bahkan menyalahkan tuhanmu.

salam.

author
Linuxer | Blogger | Pencinta Kuliner | Suka Jalan2 | Pecandu sosial media
  1. author

    tomi3 years ago

    kuncinya berarti wajib mensyukuri segala yg diberikan Tuhan ya mas

    Reply
  2. author

    A. Dzulfikar Adi Putra3 years ago

    mensyukuri apa yang dimiliki sekarang. (y)

    Reply

Leave a reply "Baru Tahu Cerpen Nelayan Meksiko"

______Anti Spam____ * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.